Stalking Medsos Orang di Ruang Digital Seperlunya Saja, Ingat Bisa Terjerat UU ITE

- 24 November 2021, 18:02 WIB
Waspada cyberstalking data penting jangan disebar di sosial media.
Waspada cyberstalking data penting jangan disebar di sosial media. /eduardovianna/Pixabay


INDOBALINEWS - Banyak kejahatan siber yang terjadi hingga saat ini mengikuti perkembangan teknologi digital yang ada.

Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer.ID dalam webinar wilayah Kota Denpasar Bali, Selasa 23 November 2021, mengatakan, ada sejumlah kejahatan siber yang kerap terjadi diantaranya adalah phising, malware, peretasan dan cyberstalking atau sering terjadi stalking medsos seseorang.

"Phising adalah upaya pelaku kejahatan untuk menipu agar memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening bank kata sandi dan nomor kartu kredit. Kita harus pikirkan jangan gegabah terhadap informasi yang kita bagian. Jangan hanya membaca judulnya saja," ujar Chyntia dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Baca Juga: 2 Notaris yang Diduga Terlibat Kasus Mafia Tanah Artis Nirina Zubir, Ditangkap

Sedangkan malware seringkali dilakukan melalui berbagai virus yang akan masuk ke komputer dan dapat mencuri detail kartu kredit dan informasi pribadi lainnya.

"Jikalau dapat notifikasi kalau laptop misalnya kenapa-kenapa cek dulu jangan sampai membawa malapetaka buat kita.  Jadi jangan sampai kita membuka file sebuah virus yang membahayakan data-data kita. Saran saya download aplikasi anti virus. Kalau tiba-tiba perangkat yang ngeblank harus instal ulang lagi jadi untuk mencegahnya silakan install aplikasi anti-virus," imbuhnya.

Baca Juga: Diciduk Polisi, Provokator Seruan Jihad di Medsos untuk Bakar Polres Seluruh Indonesia

Sedangkan peretasan adalah secara sederhana bisa disebut sebagai penyusup yang mengakses sistem komputer tanpa izin. "Jadi kalau teman-teman pernah melihat ada akun-akun yang sebenarnya bukan mereka nih yang mengetik bahkan mengupload foto tersebut tetapi akun  itu telah dibobol oleh orang lain maka hal itu adalah proses peretasan," jelasnya.

Hal ini dilakukan oleh hacker hacker yang sudah berpengalaman. Untuk menghindari peretasan ini alangkah baiknya ketika kita membuat sebuah akun, pilihlah password yang strong yang benar-benar susah untuk dibobol.

Halaman:

Editor: Shira Ade

Sumber: Kemkominfo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X