WWF ke-10 di Bali: Kemenparekraf Siapkan Sejumlah 'Side Event' untuk Para Delegasi

- 20 April 2024, 19:34 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) bersama Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan dalam rakor persiapan WWF ke-10 di Nusa Dua Bali Sabtu 20 April 2024.
Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) bersama Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan dalam rakor persiapan WWF ke-10 di Nusa Dua Bali Sabtu 20 April 2024. /Dok Humas Kemenparekraf

INDOBALINEWS - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) tengah menyiapkan sejumlah side event, dan kegiatan menarik lainnya untuk mendukung acara WWF ke 10 atau  "The 10th World Water Forum 2024" yang akan berlangsung di Bali, pada 18 - 25 Mei 2024.

Selain akan menghadirkan ritual Melukat, Kemenparekraf bekerja sama dengan Jejak.in juga akan menawarkan paket perhitungan jumlah emisi karbon yang dikeluarkan oleh para delegasi melalui carbon footprint calculator selama mereka melakukan perjalanan ke Bali.

Tujuannya agar pada delegasi berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman mangrove dan restorasi terumbu karang.

Baca Juga: Mengenaskan, Seorang Suami Temukan Istrinya Gantung Diri Pakai Selendang Biru Kuning di Denpasar

Kemudian, Kemenparekraf juga akan berpartisipasi pada Indonesia Pavilion dengan mengisi konten-konten pariwisata dengan virtual reality (VR), penjualan paket wisata low carbon, rangkaian fair & expo dan penyediaan suvenir dan goodiebag Wonderful Indonesia.

Serta menghadirkan konten dan aktivasi gim yaitu "Lokapala", hingga memamerkan dan menjual produk-produk UMKM pilihan dan berkualitas melalui planogram.

"Jadi itu yang kami tawarkan sebagai bagian dari side event atau dukungan kami untuk acara ini dan bagi para peserta maupun juga petinggi-petinggi tingkat kepala negara maupun menteri yang akan hadir di World Water Forum bulan depan," kata Sandiaga usai acara rapat koordinasi panitia nasional WWF ke 10 di Nusa Dua Bali Sabtu 20 April 2024.

Baca Juga: Mengenaskan, Seorang Suami Temukan Istrinya Gantung Diri Pakai Selendang Biru Kuning di Denpasar

Dalam kesempatan itu Sandiaga Uno juga mengatakan di masa terakhir pemerintahan Presiden Joko Widodo, seluruh kementerian/lembaga terkait akan all out menyiapkan berbagai macam dukungan untuk hajatan besar itu yang diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi delegasi yang hadir.

Dukungan utama yang akan dilakukan Kemenparekraf adalah memfasilitasi para delegasi untuk menyelami prosesi melukat yang secara khusus memiliki makna spiritual bagi masyarakat Bali. Prosesi melukat ini nantinya akan melibatkan Pemerintah Daerah setempat.

"Di masa akhir pemerintahan Presiden Jokowi kita akan betul-betul menyiapkannya sebagai event to remember. Dan kami akan menyiapkan di beberapa lokasi untuk prosesi side event tersebut," ujar Sandiaga Uno.

Baca Juga: Lirik Mudah Lagu Deja Vu dari TXT

Prosesi melukat ini sangat dekat kaitannya dengan prinsip hidup yang dianut oleh masyarakat Bali mengenai Tri Hita Karana, yang membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama, serta dengan alam.

Dan air adalah sumber daya alam yang perlu dijaga kelestariannya. Karena air adalah sumber pendorong kehidupan untuk semua. Makna ini sejalan dengan misi yang ingin digaungkan dalam World Water Forum.

 

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, mengatakan semua persiapan penyelenggaraan World Water Forum sudah berjalan dengan baik mulai dari segi pengamanan, mitigasi bencana dan rekayasa cuaca, hingga kesiapan rumah sakit.

"Secara khusus Indonesia menyelenggarakan sesi kepala negara untuk meningkatkan komitmen bersama terkait pentingnya air sebagai sumber kehidupan," kata Luhut.

Baca Juga: Mobil Mewah Suami Artis Sandra Dewi, Harvey Moeis Kembali Disita

World Water Forum tahun ini diharapkan dapat menghasilkan deklarasi yang memuat kepentingan Indonesia mengenai integrated water resources management on small Island.

"Menjadi komitmen pemerintah Indonesia juga untuk membawa hasil forum ini ke PBB sebagai bagian dari Water Agenda PBB," ujar Luhut. ***

 

Editor: Shira Ade


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah