Gaji Puluhan Juta, Kerajaan Arab Saudi Butuh 1000 Tenaga Kesehatan dan Perawat dari Indonesia

- 2 September 2023, 07:02 WIB
Keberangkatan PMI ke Korea
Keberangkatan PMI ke Korea /Dok Fandy humas BP2MI

INDOBALINEWS - Permintaan tenaga Kesehatan dari Indonesia mencapai ribuan orang setiap tahun. Permintaan diantaranya dari Korea, Jepang, Kanada, Belanda dan Kerajaan Arab Saudi. Gaji yang ditawarkan mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.

"Arab Saudi telah meminta sekitar 1.000 tenaga kerja kesehatan yang akan ditempatkan di berbagai rumah sakit di Arab Saudi. Ini kita akan penuhi permintaan tersebut," kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan (Dirjen Nakes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arianti Anaya, saat menyaksikan penandatanganan kerjasama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan Deputyship of Human Resources Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi, di Trans resort Bali, jumat 1 September 2023.

Seremonial penandatanganan kerjasama BP2MI dengan Kerajaan Arab Saudi di Badung Bali, 1 September 2023
Seremonial penandatanganan kerjasama BP2MI dengan Kerajaan Arab Saudi di Badung Bali, 1 September 2023

Baca Juga: 5 Orang Meninggal Kecelakaan Lift di Bali

Ditambahkan untuk memenuhi pasar tenaga kesehatan tersebut pihak Kementian Kesehatan saat ini telah membuka kelas international untuk meningkatkan kompetensi para perawat, termasuk telah menyiapkan sebanyak 38 poltekes yang siap menghasilkan banyak perawat, jelas Arianti.

Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi yang mewakili Indonesia dalam penandatanganan Kerjasama tersebut mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pelindungan tenaga kesehatan Indonesia di Kerajaan Arab Saudi dengan membangun mekanisme rekrutmen dan penempatan yang aman, tertib, dan teratur berdasarkan prinsip saling menguntungkan, menghormati, adil, bermartabat, dan transparan melalui program "government to government" (G to G).

Baca Juga: Buronan Interpol Kasus Penipuan dan Organisasi Kriminal Asal Rusia Diamankan Di Bali

Program G to G untuk Indonesia dengan Arab Saudi sendiri merupakan kerja sama keempat setelah sebelumnya membangun hubungan dengan tiga negara lain, yakni Jepang, Jerman, dan Korea Selatan. Kedepan masih ada 8 negara lagi yang akan diajak Kerjasama serupa. Kerja sama menitikberatkan peningkatan pelayanan pasien dan berkontribusi kesejahteraan pekerja migran khusus kesehatan Indonesia.

"Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah perjalanan menciptakan kerja sama ketenagakerjaan yang lebih luas bagi Indonesia dan Arab Saudi di bidang kesehatan," kata Rinardi.

Menurut dia, kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua negara untuk menghadirkan pelindungan maksimal dalam penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, kerja sama itu menitikberatkan peningkatan pelayanan pasien dan berkontribusi kesejahteraan pekerja migran khusus kesehatan Indonesia.

Baca Juga: Atasi Permasalahan PMI, NTB Dedikasikan Layanan Terintegritas

Adapun poin penting dari kesepakatan itu antara lain, penegasan kembali komitmen bersama bahwa program "government to government" akan menjadi satu-satunya mekanisme yang diakui kedua pemerintah untuk perekrutan dan penempatan tenaga kesehatan Indonesia di Kerajaan Arab Saudi dalam dua kategori pekerjaan sebagaimana disepakati dalam pengaturan pelaksanaan.

"Kedua, berkomitmen untuk melakukan pertemuan rutin guna memantau dan mengevaluasi pelaksanaan, peraturan pelaksanaan, dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi tenaga kesehatan Indonesia di Arab Saudi, seperti permasalahan kualifikasi pekerjaan, jam kerja, tes prometrik, dan hal-hal terkait lain yang menjadi perhatian bersama.

Ketiga, kedua belah pihak mengakui pentingnya kontrak kerja sebagai dasar hukum tenaga kesehatan Indonesia bekerja di Arab Saudi dan berkomitmen untuk melibatkan pemangku kepentingan terkait di negara masing-masing untuk pelaksanaan peraturan pelaksanaan ini.

"Ini bukan sekadar hanya 'signing', tetapi 'implementing' dari ini karena kedua belah pihak harus saling menguntungkan mereka mendapatkan tenaga kesehatan profesional dan teruji, di sisi lain kita mendapatkan keuntungan tenaga kita di tempat-tempat layanan kerajaan Arab Saudi," tutup Rinardi.***

Editor: Saifullah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah