Wianta Foundation Gelar Art Camp 2021, Mengusung Kegiatan Seni dan Gerakan Lingkungan

- 4 Oktober 2021, 19:14 WIB
Sarasehan dalam acara 'Open Border' Art Camp 2021 yang digelar Wianta Foundation di Apuan, Tabanan, Bali, Senin 4 Oktober 2021.
Sarasehan dalam acara 'Open Border' Art Camp 2021 yang digelar Wianta Foundation di Apuan, Tabanan, Bali, Senin 4 Oktober 2021. /Dok. Wianta Foundation

INDOBALINEWS - Wianta Foundation menggelar Art Camp 2021 bertema Open Border di kediaman maestro seni rupa Made Wianta (almarhum) di Banjar Apuan, Desa Apuan, Baturiti, Tabanan, Bali.

I Gede Made Surya Darma dari Lepud Art Management mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menggairahkan kegiatan seni budaya saat pandemi Covid-19 dan mengenang menjelang setahun berpulangnya Made Wianta, pelukis kenamaan asal desa setempat.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak Maret 2020 berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Namun demikian, pandemi hendaknya tidak sampai melemahkan gairah berkesenian.

Baca Juga: PPKM diperlonggar, Menko Luhut: Pusat Kebugaran Boleh Buka 25 Persen

‘’Semua pihak tentu merindukan pulihnya kehidupan seperti sedia kala. Sebab, hampir dua tahun masyarakat sudah beradaptasi menjalani kehidupan new normal dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Surya Darma didampingi Ketua Performance Club Bali I Kadek Dedy Sumantra Yasa, di sela acara tersebut, Senin, 4 Oktober 2021.

Menurut Surya Darma untuk bisa melewati masa krisis ini, peranan semua pihak sangat diperlukan. Merespons isu tersebut, para seniman menuangkan kegelisahan estetiknya dengan melakukan kegiatan kesenian Art Camp 2021.

Kata dia tema Open Border mengandung makna perlunya kesiapan kita membuka diri dan membiasakan hidup new normal.

Baca Juga: Mulai 14 Oktober, Bandar Udara Ngurah Rai Dibuka untuk Internasional

Dengan kata lain, selain membiasakan dengan kebiasaan hidup normal baru, open border juga keseiapan membuka hati dan beradaptasi dengan lingkungan.

Pimpinan Wianta Foundation Buratwangi Wianta mengatakan seni pertunjukan merupakan bagian dari tradisi dan budaya Bali, sehingga masuknya performing art terutama yg terkait isu lingkungan, mendapat respons positif dari seniman maupun masyarakat Bali.

Olah rupa Made Gunawan melukis dengan arang dalam acara 'Open Border' Art Camp 2021.
Olah rupa Made Gunawan melukis dengan arang dalam acara 'Open Border' Art Camp 2021. Dok. Wianta Foundation

“Pada 1991 di tempat ini pernah digelar Art Camp yang melibatkan puluhan seniman Indonesia yang juga mendekatkan kegiatan seni dan lingkungan,” kata Buratwangi Wianta.

Dalam kegiatan Art Camp 2021 saat ini, selain diskusi seni dan budaya, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan dengan performance art, pembacaan puisi, art action, video screening dan gerakan lingkungan.

Baca Juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 18 Oktober

Kegatan ini dibuka Bendesa Adat Desa Pekraman Apuan I Ketut Murtana yang juga seniman lulusan ISI Denpasar. Ia emberikan sarasehan singkat mengenai kesenian dan kebudayaan yang berkembang di Desa Apuan.

Sejumlah seniman juga hadir berbagi pengalaman berkesenian di antaranya proses kreatif I Made Bakti Wiyasa, Iwan Wijono (Ketua Performance Art Yogyakarta) berkisah tentag petualangan keliling dunia dengan berkesenian, dalang asal Apuan I Wayan Tastra menceritakan pengalaman menjadi seniman otodidak.

Selain itu ada aktivis lingkungan  I Ketut Sudarwata berbicara tentang gerakan lingkungan, Jedink Alexander berbicara mengenai proses kreatif di era digital, Made Adnyana Ole membawakan proses kreatif penulisan kegiatan seni.

Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan Desa Adat Apuan, seniman, akademisi, budayawan, aktivis lingkungan, penggiat UMKM, petani, dan sekaa teruna setempat.***

Editor: M. Jagaddhita


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah