Pariwisata Kembali Normal di Bali Pasca Pandemi, Maskapai Garuda Didorong Tambah Penerbangan

28 September 2023, 22:41 WIB
Pj Gubernur Bali menerima perwakilan Maskapai Garuda Rabu 27 September 2023. /Dok Pemprov Bali

INDOBALINEWS - Tren pemulihan kondisi perekonomian Bali termasuk pariwisata menunjukkan sinyal positif pasca pandemi covid 19.

Sementara tingkat kunjungan wisatawan ke Bali juga semakin berangsur ke kondisi sebelum pandemi. Hal ini membuat kebutuhan transportasi udara kian mendesak untuk ditambah 

Hal itu dikatakan oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya yang mengharapkan maskapai penerbangan  Garuda Indonesia bisa meningkatkan jumlah penerbangan ke Bali.

Baca Juga: Nilai Jual Sepatu Nike Air Jordan Merosot Pesat, Analisis: Budaya Sneackers Mulai Hilang

“Kita sekarang sudah berada di kondisi normal, mendekati situasi sebelum pandemi. Jadi saya rasa sudah selayaknya penerbangan ke Bali ditambah,” kata Pj. Gubernur Mahendra saat menerima audiensi Vice President (VP) Garuda Indonesia Regional Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, I Made Sudarma Astika di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Rabu  27 September 2023.

Apalagi menurut Pj. Gubernur, peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan LRT di Bali sudah ditargetkan dimulai pada awal tahun depan.

Baca Juga: WHO Dorong Larangan Rokok dan Vape di Sekolah: Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Nikotin

Seperti yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti rapat terbatas mengenai integrasi moda transportasi publik di Istana Merdeka pada Rabu siang.

“Presiden sudah meminta agar dilakukan studi lanjutan pembangunan LRT di Bali dari Bandara  Ngurah Rai hingga Seminyak. Juga mempertimbangkan rute LRT di Bali tersebut akan dibangun hingga ke Canggu," tukas pria kelahiran Singaraja ini. 

Baca Juga: 30 Hektar Lahan Hangus di Gunung Agung, Masih Kebakaran tapi Tak Merambat ke Lahan Produktif Warga

Tak sampai disana, Pj. Gubernur Mahendra Jaya juga mengharapkan pihak Garuda Indonesia ikut Ngrombo menuntaskan kemiskinan ekstrim dan stunting di Bali.

Pemprov Bali menurutnya mengajak semua pihak untuk bergotong royong mengeroyok masalah kemiskinan ekstrim dan stunting yang keberadaanya menurut Mahendra Jaya tidak adil jika dibandingkan gemerlap pariwisata di Bali.

Baca Juga: Tanggapan Para Artis Geram dengan Perundungan Siswa SMP 2 Cimanggu yang Viral di Medsos

“Mohon kalau ada CSR bisa dibantu Ini untuk kita selesaikan 'kerak-kerak' kemiskinan. Mereka yang penghasilannya kurang dari 12 ribu per hari tergolong ekstrim,  jangan salah sasaran. CSR bedah rumah misalnya jadi kebutuhan mendasar. Keren jika Garuda bisa membantu karena target presiden 2024 kemiskinan ekstrim nol, stunting juga nol,” imbuhnya lagi. 

Sementara itu, Sudarma Astika menanggapi permintaan penambahan penerbangan ke Bali.  Menurutnya saat ini jumlah penerbangan bisa mencapai 10 flight di akhir pekan dan pada hari biasa 6-7 flight dengan jenis pesawat wide body atau Airbus. 

Baca Juga: Lowongan Kejaksaan RI Dibuka 7.846 Formasi CPNS, Pendaftaran Hingga 9 Oktober 2023, Berikut Link Aksesnya

“Saat ini kita sedang review. Bali memang kita prioritas dan paling tinggi kontribusinya memang Bali dan kita sedang hitung dengan keterbatasan jumlah pesawat kita juga. Rencananya ke depan kita juga akan ada penambahan armada untuk itu,” katanya.

Demikian pula dengan masalah CSR, Sudarma berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut dengan pimpinan pusat PT Garuda Indonesia.

“Kita pastikan akan membantu dengan fokus pada kemiskinan ekstrim ini,” tandasnya. 

Baca Juga: Kerutan Dahi tak Melulu Problem Usia Tua, Anak Muda pun Bisa Terkena

Turut hadir dalam kesempatan tersebut mendampingi PJ Gubernur Bali, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta.***

 

Editor: Shira Ade

Tags

Terkini

Terpopuler