Polda Bali Antisipasi Unjuk Rasa Mahasiswa Terkait KKB dan Tuntutan Papua Merdeka

- 31 Mei 2021, 16:00 WIB
Para Pecalang ikut serta dalam apel pengamanan mengantisipasi unjuk rasa (Unras) Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP KKB), Senin 31 Mei 2021.
Para Pecalang ikut serta dalam apel pengamanan mengantisipasi unjuk rasa (Unras) Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP KKB), Senin 31 Mei 2021. /Dok Humas Polresta Denpasar

INDOBALINEWS - Mengantisipasi unjuk rasa (Unras) Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP KKB), Polda Bali menggelar apel pada Senin 31 Mei 2021.

Acara apel pengamanan digelar di parkir Gor Ngurah Rai Denpasar dipimpin Karoops Polda Bali KBP. Firman Nainggolan, S.H., M.H pada pagi hari.

Firman Nainggolan, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kondisi negara menghadapi perkembangan Covid 19 dalam kesimpulan seluruh jajaran Indonesia diperintahkan siaga mengahdapi perkembanagan pasca libur panjang 2 sampai 4 minggu kedepan agar tetap waspada karena negara tetangga sudah lock down.

Baca Juga: Bela Anak yang Berkelahi, Seorang Ayah Aniaya Juru Parkir dengan Stik Bisbol

Beberapa wilayah Indonesia juga sama jadi apapun kegiatan masyarakat harus memahami situasi ini anggota juga memberikan pemahaman bagaimama menyelamatkan manusia.

Sebagaimana pemberitahuan dari kelompok yang mengatasnamakan AMP KKB berdasarkan surat tersebut, menyampaikan aspirasi meminta agar salah satu anggotanya yang diamankan di Papua dibebaskan. Karena orang tersebut ada kaitannya dengan KKB dan tuntutan Papua melepaskan diri dari Negara Indonesia.

Baca Juga: Satpam Bunuh Cewek Aplikasi MiChat, Rampok Barang Korban Buat Judi Online

"Yang pertama berdasarakan Rakor ditetapkan 3 Posko penyekatan tujuannya memastikan tidak ada yang membawa virus Covid 19 jadi semua yang melakukan aksi agar di-Swab dan dilakukan karantina dan dibawa ke rumah sakit apabila hasil menunjukan positif Covid 19," ujar Firman Nainggolan.

Lebih lanjut dikatakannya, yang kedua dalam kegiatan ini akan diawasi oleh petugas Satgas Covid 19 Provinsi dan Kodya. Yang ketiga taktis dalam menghadapi Unras adalah Dalmas dari Polresta yang dipimpin Kapolresta Denpasar.

Baca Juga: Seorang Pemancing Terjatuh di Tebing Water Blow Nusa, Belum Ditemukan

Berkaitan dengan taktis apabila terjadinya eskalasi dari Intelijen berubah, pelaksananya adalah Karoops Polda Bali, dalmas Polda dan PHH Brimob yang telah dilakukan penempatan personel yang sudah stanby di Polda kemudian dalam kegiatan ini kita melibatkan rekan Pecalang yang nantinya dikedepankan menegakkan peraturan Prokes dengan memberikan penjelasan kepada peserta aksi

Dijelaskan juga bahwa pelaksanakan kegiatan ini semaksimal mungkin dan lakukan dengan tegas karena berkaitan dengan kondisi saat ini selanjutnya saya minta dalam melaksanakan kegiatan tetap mematuhi prokes Covid 19.

Baca Juga: Ibu dan Anak Tewas Saat Melukat, Terseret Arus Muara Sungai Pura Campuhan

"Hal itu dikarenakan saat ini sedang berkembang virus varian baru yang sangat mematikan dan sangat cepat penularannya. Saya minta lakukan deteksi dini dan perintah Bapak Kapolda lakukan penggembosan sebelum melakuka aksi ini untuk mencegah kerumunan," imbuhnya.

Ia juga mengatakan pastinya akan terjadi kemacetan dan kerumunan dan tim tindak mulai saat ini sudah diidentifikasi yg berkaitan dgn UU kekarantinaan panggil dan proses apabila ada pelanggaran.

Baca Juga: Kasus Isu Warga Bali Meninggal Akibat Vaksin, Ini Hasil Autopsi Verbal Kronologis Meninggalnya

"Rekan rekan sekalian saya kembali mengingatkan bahwa kegiatan ini dilakukan serentak seluruh Indonesia dengan menginternalisasi kegiatan mereka yaitu KKB, agar jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata rasis baik itu gerakan maupun ucapan. Gelorakan Persatuan dan Kesatuan Indonesia, langkah dari Dir Intelkam sudah maksimal untuk itu hari ini mari kita implementasikan di lapangan," pungkasnya.***

Editor: Shira Ade


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah