Buntut Kasus Pelecehan Seksual di Unsri, Rektor Libatkan Mahasiswi dalam Satgas PPKS

13 Desember 2021, 17:28 WIB
Dosen Unsri terancam pidana 12 tahun penjara usai terbukti pernah mengirimkan pesan singkat bermuatan pornografi. /ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

 

INDOBALINEWS - Menyusul viralnya kasus pelecehan seksual di Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang Sumatera Selatan, Rektor Anis Saggaf membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (Satgas PPKS).

Dalam Satgas tersebut, rektor melibatkan mahasiswi sebagai anggota satgas.

Mahasiswi yang dijadikan anggota satgas tersebut diharapkan dapat mendeteksi dini tindakan dosen dan mahasiswa yang berpotensi mengarah pelecehan seksual.

Baca Juga: Benarkah Istri Gubernur Jabar Atalia Kamil Sembunyikan Kasus Predator Seks Herry Wirawan? Ini Penjelasannya

Sehingga bisa diambil langkah-langkah penanganan secara cepat dan tepat.

Menurut Rektor, Satgas PPKS dibentuk untuk mencegah terjadinya hal-hal yang berkaitan dengan pelecehan seksual di masa mendatang.

'Hal ini sesuai arahan Menteri Nadiem Makarim dan mengacu pada Permendikbudristek No.30 Tahun 2021, pada Desember ini dibentuk Satgas PPKS, kata Rektor Unsri di Palembang, Senin 13 Desember 2021," ujar Anis seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Pelajar Tewas Dianiaya di Lombok Barat, Polisi Tangkap 8 Pelaku

Ditambahkannya, sekarang ini pihaknya menghadapi masalah kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dua dosen terhadap empat mahasiswi yang kini dalam proses hukum di Polda Sumsel.

Permasalahan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar bisa diusut tuntas sesuai ketentuan hukum agar tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan.

Baca Juga: Bekap Korban dalam Toko Hingga Pingsan, Pencuri Tas Berisi Kartu ATM Dibekuk Polisi

Sebagai tindakan antisipasi agar hal-hal yang berkaitan dengan pelecehan seksual di lingkungan kampus tidak terjadi lagi di masa mendatang sudah dibentuk Satgas PPKS yang diketuai Prof.Alfitri dengan anggota 10 orang terdiri atas lima dosen dan lima mahasiswi.

"Dengan tindakan pencegahan dan penanganan indikasi pelecehan seksual secara cepat dan tepat di lingkungan kampus diharapkan dapat melindungi mahasiswi dari oknum dosen 'nakal', bisa dilakukan pembinaan dan penindakan tegas secara cepat, dan menjaga nama baik Unsri," kata Anis Saggaf.***

 

 

Editor: Shira Ade

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Terpopuler