Adik Indra Kenz Ditahan, Terkait Pencucian Uang Kasus Penipuan Binomo

21 April 2022, 05:15 WIB
Nathania Kesuma bersama kakaknya, Indra Kenz. /Facebook Indra Kenz

INDOBALINEWS – Nathania Kesuma, adik tersangka dugaan penipuan investasi binary option aplikasi Bonomo Indra Kenz secara resmi telah ditahan Bareskrim Polri.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim melakukan penahanan Nathania Kesuma setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka pada Rabu 20 April 2022 pukul 14.15 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB.

"Sudah ditahan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Pol. Whisnu Kesuma saat dikonfirmasi Kamis, 21 April 2022, dini hari.

Baca Juga: Dirjen Perdaglu Tersangka Kelangkaan Minyak Goreng, Seluruh Pejabat Kemendag Bakal Diperiksa Kejagung

Nathania Kesuma ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Bareskrim Polri untuk kepentingan penyidikan.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan pacar Indra Kenz, Vanessa Khong dan Rudiyanto Pei, ayah dari Vanessa Khong.

Ketiga tersangka dipersangkakan Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 M.

Baca Juga: Kasus Robot Trading DNA Pro: Rizky Billar dan Lesty Kejora Kembalikan Hadiah Rp1 Miliar

Dari hasil penyidikan, adik Indra Kenz tersebut diketahui perannya sebagai orang yang menandatangani dokumen pembelian rumah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang dibeli oleh tersangka, menerima aliran dana dari IK sebanyak Rp9,4 miliar

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menyebutkan, penyidik telah menetapkan 7 orang tersangka.

Selain tiga orang di atas, tersangka lainnya, yakni Indra Kesuma alias Indra Kenz, Briand Edgar Nababan, Wiky Mandara Nurhalim, dan Fakar Suhartami Pratama.

Baca Juga: PSS Sleman Lepas Sembilan Pemain, Manajemen Telah Lakukan Negosiasi 

Dalam perkara ini, kata Gatot, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 78 orang dan saksi ahli sebanyak 4 orang.

"Total kerugian dari 118 korban sebesar Rp72,138 miliar," kata Gatot.

Penyidik telah menyita sejumlah barang bukti dan aset milik tersangka, yakni 2 unit mobil mewah, 3 bangunan rumah di Medan, Sumatera Utara, sebidang tanah dan bangunan di wilayah Tangerang, 12 jam tangan mewah dan uang tunai Rp1,6 miliar.***

Editor: M. Jagaddhita

Sumber: Antaranews

Tags

Terkini

Terpopuler