KKP Kubur Lumba Lumba Penuh Luka Sayatan Terdampar di Pantai Tanjung Natuna

15 April 2021, 13:03 WIB
Lumba-lumba yang terdampar dengan kondisi penuh sayatan dikubur di Natuna, Minggu 10 April 2021 /Dok. BPSPL KKP

INDOBALINEWS – Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengubur lumba-lumba yang penuh luka sayatan di kawasan Pantai Tanjung Kabupaten Natuna.

Satuan Kerja Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Satker KIPM) Natuna dan Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna  melaporkan temuan lumba-lumba dalam kondisi hidup dengan ukuran mencapai 2 meter di Kawasan Pantai Tanjung, Kabupaten Natuna 9 April 2021.

Kepala BPSPL Padang, Mudatstsir menjelaskan tim respon cepat segera melaksanakan koordinasi dan melakukan observasi.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Puluhan Driver Maxim Bali bagi Korban Bencana Alam NTT

Baca Juga: PBB Targetkan Menjadi Partai Besar Ingin Berkontribusi untuk Masyarakat

Baca Juga: Tertinggi di Indonesia Jabar Paling Produktif Jalankan PPKM Mikro

Berdasarkan ciri-ciri morfologis, jenis lumba-lumba yang terdampar merupakan lumba-lumba gigi kasar (Steno bredanensis).

Panjang lumba-lumba total tubuhnya 231 cm, panjang cagak 225 cm, panjang sirip dada 41 cm dan lingkar badan 106 cm.

"Setelah diobservasi oleh tim diketahui dalam kondisi lemas dengan badan condong miring ke kanan, luka berlubang di bagian dada, luka sayatan di bagian punggung dan luka di bagian moncong,” ujar Mudatstsir dalam keterangan tertulis dikutip IndoBaliNews, Kamis 15 April 2021.

Baca Juga: Polri Pastikan Perlancar Masyarakat yang Mudik Lebaran Sebelum 6 Mei 2021

Baca Juga: Presiden Joe Biden Tegaskan AS Dukung Pembicaraan Damai Pemerintah Afghanistan dan Taliban

Pihaknya berharap segera dilaksanakan proses evakuasi lumba-lumba yang sudah dalam kondisi lemas tersebut.

Sebenarnya, lumba-lumba beberapa kali diarahkan tim menuju laut namun lumba-lumba tersebut kembali ke pantai dikarenakan faktor alam.

Dijelaskan, untuk menghindari kematian lumba-lumba yang tidak bisa diarahkan ke laut, maka dilaksanakan evakuasi menuju keramba tancap untuk ditangani lebih lanjut.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Bali Kembali Bertambah 121 Orang, Tiga Orang Meninggal Dunia

Baca Juga: Polisi Pastikan Lakukan Penyekatan Jalan Alternatif Hadang Pemudik Bandel saat Lebaran

“Selang beberapa waktu, dikarenakan luka yang cukup parah, lumba-lumba tersebut tidak dapat bertahan dan mati. Selanjutnya, bangkai lumba-lumba dikubur di sekitar pantai pada Minggu 10 April 2021," tuturnya.

Kata Mudatsir, penanganannya dituangkan dalam Berita Acara Nomor 39/Satker BPSPL-TPI/IV/202.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki rujukan pengelolaan mamalia laut dengan menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Periode 2018-2022 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 79 Tahun 2018.

Aturan itu didalamnya terdapat standar operasional prosedur mengenai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penanganan terhadap kejadian mamalia laut terdampar. ***

Editor: R. Aulia

Tags

Terkini

Terpopuler