Skenario Antisipasi Atasi Lonjakan Omicron: Pemerintah Minta Masukan Pakar Lintas Disiplin

- 15 Januari 2022, 11:16 WIB
Ilustrasi Omicron.
Ilustrasi Omicron. /Alexandra_Koch

 

INDOBALINEWS - Bayang-bayang virus Omicron masih menghantui sejumlah negara termasuk Indonesia. Meski banyak penelitian mengatakan tingkat paparan sakitnya terbilang tidak parah, tapi varian ini menular sangat cepat.

Karenanya untuk menyiapkan skenario menghadapi lonjakan kasus Omicron, pemerintah bersiaga untuk membuat skenario antisipasi mengatasi lonjakan kasus.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta masukan dari para pakar lintas disiplin guna menyiapkan skenario menghadapi lonjakan kasus Omicron.

Baca Juga: Rektor UIN Sunan Kalijaga Minta Bangsa Indonesia Lapang Dada Maafkan Penendang Sesajen, Ini Sebabnya

Bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, dan Koordinator Tim Pakar Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, Menko Luhut menggelar dialog virtual dengan para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia, Jumat 14 Januari 2022.

"Dari berbagai penelitian yang diberikan kepada saya oleh para teman-teman epidemiolog dan dokter, kita tahu bahwa varian Omicron ini menular sangat cepat, tetapi less severe atau tidak parah. Walaupun terdapat angka kematian di beberapa negara namun jumlahnya cukup rendah dari varian ini. Walau begitu, kita mau agar lonjakan kasus konfirmasi ini bisa kita turunkan dan bagaimana upaya kita pasca-lonjakan Omicron ini," kata Menko Luhut Pandajaitan melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu 15 Januari 2022 seperti dilansir Antara.

Baca Juga: Dampak Gempa Banten Magnitudo 6,7: Sejumlah Rumah Warga Rusak di Pandeglang

Hingga saat ini, varian Omicron sudah terdeteksi lebih dari 500 kasus konfirmasi di Indonesia. Transmisi lokal pun telah terjadi di wilayah DKI Jakarta.

Halaman:

Editor: Shira Ade

Sumber: Antara


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x